Jumat, 30 Oktober 2009

PRINSIP-PRINSIP EKONOMI ISLAM

Ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Sejauh mengenai masalah pokok kekurangan, hampir tidak terdapat perbedaan apapun antara ilmu ekonomi Islam dan ilmu ekonomi modern. Andaipun ada perbedaan itu terletak pada sifat dan volumenya (M. Abdul Mannan; 1993). Itulah sebabnya mengapa perbedaan pokok antara kedua sistem ilmu ekonomi dapat dikemukakan dengan memperhatikan penanganan masalah pilihan.

Dalam ilmu ekonomi modern masalah pilihan ini sangat tergantung pada macam-macam tingkah masing-masing individu. Mereka mungkin atau mungkin juga tidak memperhitungkan persyaratan-persyaratan masyarakat. Namun dalam ilmu ekonomi Islam, kita tidaklah berada dalam kedudukan untuk mendistribusikan sumber-sumber semau kita. Dalam hal ini ada pembatasan yang serius berdasarkan ketetapan kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah atas tenaga individu. Dalam Islam, kesejahteraan sosial dapat dimaksimalkan jika sumber daya ekonomi juga dialokasikan sedemikian rupa, sehingga dengan pengaturan kembali keadaannya, tidak seorang pun lebih baik dengan menjadikan orang lain lebih buruk di dalam kerangka Al-Qur’an atau Sunnah.

Seluruh lingkaran aktivitas ekonomi dapat dijelaskan dengan bantuan dua grafik dibawah sebagai berikut:4

A. Ilmu Ekonomi Islam

B. Ilmu Ekonomi Modern

A1. Manusia (sosial namun religius)

B1. Manusia (sosial)

A2. Kebutuhan- kebutuhan tidak terbatas

A3. Kekurangan sarana

B2. Kebutuhan- kebutuhan tidak terbatas

B3. Kekurangan sarana

(E) Masalah-masalah ekonomi

(E) Masalah-masalah ekonomi

A4. Pilihan di antara alternatif (dituntun oleh nilai Islam)

B4. Pilihan di antara alternatif (dituntun oleh kepentingan individu)

A5. Pertukaran terpadu dan transfer Satu arah (dituntun oleh etika Islami, bukan kekuatan pasar)

B5. Pertukaran dituntun oleh

kekuatan pasar





Jadi ringkasnya, dalam ilmu ekonomi Islam kita tidak hanya mempelajari individu sosial melainkan juga manusia dengan bakat religiusnya [A1]. Hal ini disebabkan karena banyaknya kebutuhan [A2/B2] dan kurangnya sarana (A3/B3), maka timbullah masalah ekonomi (E). Masalah ini pada dasarnya sama baik dalam ekonomi modern maupun ekonomi Islam. Namun perbedaan timbul berkenaan dengan pilihan. Ilmu ekonomi Islam dikendalikan oleh nilai-nilai dasar Islam A4 dan ilmu ekonomi modern sangat dikuasai oleh kepentingan diri si individu B4. Yang membuat ilmu ekonomi Islam benar-benar berbeda ialah sistem pertukaran dan transfer satu arah yang terpadu mempengaruhi alokasi kekurangan sumber-sumber daya, dengan demikian menjadikan proses pertukaran langsung relevan dengan kesejahteraan menyeluruh (A5) yang berbeda hanya dari kesejahteraan ekonomi (B5).

Pengertian koperasi

Secara umum yang dimaksud dengan koperasi adalah suatu badan usaha bersama yang bergerak dalam bidang perekonomian , beranggotakan mereka yang umumnya berekonomi lemah yang bergabung secara sukarela dan atas dasar persamaan hak dan kewajiban melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya.
Menurut Margono hadikoesoemo dalam (Hendrojogi,2002:21) menyatakan bahwa “Koperasi ialah perkumpulan manusia seorang-seorang yang dengan sukanyasendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya.”
Menurut kamus yang diterbitkan Tulus Jaya dalam (Kartosapoetra, 2003:2) “Koperasi diartiakn sebagai badan perkumpulan yang bertujuan mengadakan kerjasama dalam mengatur kebutuhan bersama para anggotanya membentuk modal bersamamelalui simpanan-simpanan wajib dan sukarela.”
Menurut pasal 33 UU No. 12/1967 dalam (Kartosapoetra, 2003:2) “koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.”
Menurut UU No.25/1992 dalam (Sitio,2001:16) “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang tau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerekan ekonomi rakyat yang
berdasar atas azas kekeluargaan.”

Kamis, 29 Oktober 2009

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja

a. Menurut Keith Davis:
Human Performance= Ability + Motivation
= (Knowledge+Skill)+(Attitude+Situation)

b. Menurut Henry Simamora:
-Faktor Individu yang terdiri dari Kemampuan,keahlian,latar belakang, demografi.
-Faktor psikologis yang terdiri dari persepsi, attitude, personality, pembelajaran, motivasi.
-Faktor Organisasi yang terdiri dari sumber daya, kepemimpinan, penghargaan, struktur, dan job design.